Selasa, 08 November 2011

FAKTOR "X"

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, calon wirausaha diharapkan:
  • Menjelaskan pengertian faktor "X"
  • Menemukan dan menggali faktor "X"
  • Menjelaskan sikap-sikap menghadapi faktor "X"
  • Menjelaskan tipe dan karakteristik faktor "X"

(Peter F. Drucker)
“Keberuntungan adalah pertemuan antara persiapan dengan kesempatan (peluang)”

Rabu, 12 Oktober 2011

ETIKA BISNIS

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, calon wirausaha diharapkan:
  • Menjelaskan peranan etika dalam bisnis
  • Menjelaskan "rahasia" sukses jangka panjang 
Ketika minat berwirausaha tumbuh subur di Indonesia, timbul anggapan bahwa kewirausahaan adalah alat yang paling tangguh untuk mengejar kekayaan. Kewirausahaan diartikan sebagai usaha mencari uang dan cara cepat menjadi kaya.
Sebagian orang memilih bekerja keras dan membangun usaha dengan keringat dan air mata. Namun, sebagian orang mengambil jalan pintas. Mereka yang mengambil jalan pintas ini menerima order dan mengambil uang, tapi tidak pernah menyerahkan hasil pekerjaan yang berkualitas. Mereka membuka usaha money games, pinjaman berantai, investasi palsu, atau segala sesuatu yang menggiurkan, tapi merugikan banyak orang. Mereka membuat armada penerbangan dengan tarif murah, tapi mengorbankan keselamatan penumpang. Mereka menjual saham dengan harga tinggi, tapi laporan keuangan tidak jujur.
Banyak mahasiswa tampil menggebu-gebu dengan semangat yang berlebihan dan rasa percaya diri yang tinggi bahwa mereka bisa mengubah isi dunia dalam tempo sekejap. Mereka berjanji dan mereka berbuat. Mereka membuat pengumuman lewat internet, SMS, atau facebook agar teman-temannya mengirim uang ke nomor rekening tertentu, lalu janji keuntungan ditebar, dan uang pun masuk. Untung besar diraih, tetapi bisnisnya tidak jelas dan cenderung spekulatif.
Apapun yang dilakukan, kewirausahaan tidak dapat dibangun dalam tempo sekejap. Jika Anda merasa telah berhasil dalam waktu singkat, periksa kembali apakah fondasi usaha Anda sudah cukup kuat? Periksa kembali apakah sukses yang Anda peroleh itu diraih dengan jujur dan halal, apakah bisnis Anda riil atau fiktif-spekulatif atau ada pihak yang dirugikan? Apakah Anda sudah memenuhi syarat dan kewajiban Anda?
Segala tindakan yang melawan hukum alam biasanya sarat dengan pelanggaran etika. Ketika proses dipotong, cara instan ditempuh, persoalan-persoalan etika layak dipertanyakan. Sudah etiskah usaha saya? Tentu saja setiap orang berhak untuk menjadi kaya. Yang patut dipertanyakan adalah: (1) Apakah benar ada cara instan yang halal untuk menjadi kaya? (2) Apa yang dilakukan orang agar dia menjadi kaya? (3) Apakah dengan kaya, otomatis Anda menjadi wirausaha? (4) Apakah Anda sudah pantas (sudah saatnya) hidup bergelimang harta?


KEPEMIMPINAN

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah  mempelajari bab ini, calon wirausaha diharapkan:
  • Menjelaskan pentingnya kepemimpinan bagi seorang wirausaha
  • Menjelaskan perbedaan manajer dan pemimpin
  • Menjelaskan teori kepemimpinan awal
  • Menjelaskan teori kepemimpinan kontemporer
Kepemimpinan, bagi seorang wirausaha, adalah modal yang sama pentingnya dengan kepercayaan dan kreativitas. Kreativitas yang tinggi membuat Anda inovatif dan adaptif, kaya dengan pembaharuan dan tidak mudah dihambat oleh kejadian-kejadian dari luar. Namun tanpa kepercayaan, kreativitas yang hebat tidak mempunyai nilai pasar, tidak dapat diterima di mana-mana. Kepemimpinan menggabungkan kreativitas dan kepercayaan menjadi sebuah usaha yang efektif, yang berpengaruh luas dan hidup.
Sebuah usaha yang dibangun tanpa kepemimpinan yang kuat hanya akan menjadi usaha kecil yang stagnant (tidak berkembang). Anda hanya mampu memimpin sedikit orang dari usaha kecil dan tidak ada pertumbuhan usaha. Tanpa kepemimpinan, tidak ada orang hebat yang bekerja pada Anda. Karyawan Anda tidak betah bekerja sama dengan Anda, dan pengetahuan atau pengalaman yang sudah Anda tanam, hilang bersama kepindahan mereka. Tanpa kepemimpinan, tidak ada visi besar yang dapat dibangun menjadi sebuah usaha besar. Hanya orang-orang yang tak bisa ke mana-mana yang bertahan bekerja pada Anda.
Sebaliknya, kepemimpinanlah yang akan membentuk usaha Anda menjadi besar dan banyak orang yang mau bekerja dengan Anda. Kepemimpinan dibentuk bertahap, sejalan dengan tumbuhnya usaha. Dari kombinasi pengetahuan, pengalaman, keterampilan, cara mengarahkan dan penerimaan.

Jumat, 29 Juli 2011

PENGAMBILAN RISIKO

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, calon wirausaha diharapkan:
  • Menjelaskan konsep risiko
  • Menjelaskan bagaimana pengambilan risiko dilakukan
  • Mengidentifikasi risiko-risiko yang potensial terjadi ketika memulai usaha
  • Menjelaskan pengelolaan risiko

Orang Indonesia, kalau sudah melihat potensi keuntungan, konon sulit membayangkan risikonya. Bahkan ada yang mengatakan bagi sebagian besar orang Indonesia, konsep risiko tidak begitu dikenal. Padalah dalam era "uang" dewasa ini, setiap orang perlu mengenal perilaku risiko dan meminimalkannya. Untuk melatih intuisi dan membentuk pengetahuan Anda, marilah kita mulai dengan permainan berikut ini.
Permainan ini dilakukan dengan tujuan memberikan ilustrasi dan pembelajaran mengapa seseorang mengambil risiko, bagaimana proses pengambilan risiko dilakukan, dan apa dampak yang diterima dari pengambilan risiko tersebut.

 

Rabu, 27 Juli 2011

BERORIENTASI PADA TINDAKAN

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, calon wirausaha diharapkan:
  • Menjelaskan karakter yang berorientasi pada tindakan sebagai salah satu karakter yang penting bagi wirausaha.
  • Menjelaskan sikap dan tindakan yang perlu dimiliki untuk dapat menjadi pribadi yang berorientasi pada tindakan.
Pendahuluan

Salah satu ciri seorang pengusaha adalah pikirannya yang lebih berorientasi pada tindakan (action) daripada sekedar bermimpi, berkata-kata, berpikir-pikir, atau berwacana. Seorang pengusaha selalu menghadapi risiko, ketidakpastian, dan keterbatasan dalam setiap masalah yang dihadapi. Kalau dia hanya berkata-kata dan tak bertindak, segala kesempatan yang ada berubah menjadi bencana (kerugian).
Selain itu, seorang pengusaha juga harus memiliki orientasi PDCA (plan, do, check, and action). Hal ini berarti dia tidak hanya sekedar merencanakan berbagai strategi dan taktik, tetapi juga melaksanakannya. Secara spesifik, seorang pengusaha harus menghindari NATO (no action talk only), NADO (no action dream only) dan NACO (no action concept only).
NATO hanya akan menghasilkan gosip, NADO hanya menghasilkan visi tanpa tindakan, dan NACO hanya menghasilkan teori dan falsafah. Umumnya, yang berpikiran NACO adalah akademisi yang berpikir menggunakan logika formal.
Seorang konseptor atau teoretikus, bekerja dengan data dan jarang sekali berada di lapangan. Sebaliknya, seorang wirausaha menghabiskan 90% dari waktunya di lapangan bersama-sama dengan karyawan, pemasok, dan pelanggan-pelanggannya.
Karena bekerja dengan data, maka supaya valid dan ilmiah, seorang konseptor harus terbiasa menguji data-datanya, membangun model, dan melakukan validasi. Masalahnya, kalau seorang konseptor tidak menguasai keadaan dan informasi di lapangan, dia bisa menjadi ragu akan keputusannya, sehingga cenderung mengulangi lagi siklus di atas, yaitu mengumpulkan data lagi. Akibatnya, dia bisa berputar-putar dan lebih berorientasi pada pikiran daripada tindakan.
Sebaliknya, seseorang yang berorientasi pada tindakan adalah orang yang memiliki tingkat efektivitas yang tinggi. Dalam hal ini, akan digunakan konsep seseorang yang efektif yang dikemukakan oleh Stephen Covey (2004).

BERPIKIR KREATIF

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, calon wirausaha diharapkan:
  • Mengenalkan kreativitas sebagai modal penting seorang wirausaha
  • Menjelaskan hambatan berpikir kreatif yang dapat menghambat progress sebuah usaha
  • Mengenalkan cara mengukur potensi kreatif
  • Mengenalkan cara meningkatkan kreativitas dan membebaskan diri dari belenggu
Game 1: Planet Venus

Petunjuk Untuk Mahasiswa:

Pada permainan ini, seluruh mahasiswa wajib berpartisipasi dan kelas akan dibagi ke dalam kelompok-kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 6-7 orang. Siapkanlah alat tulis dan dua lembar kertas polos ukuran folio atau A4.
Bergembiralah karena Saudara-Saudara semua telah terpilih untuk menjadi astronaut pertama yang akan menuju Planet Venus. Saudara adalah mahasiswa pilihan yang luar biasa. Maka, layaklah kita menerawang luar angkasa, melihat jagat raya, dan menyaksikan betapa agungnya ciptaan Tuhan.
Planet ini letaknya sangat jauh dan membutuhkan perjalanan kira-kira seminggu. Kita akan berangkat menggunakan pesawat ulang alik yang memiliki kecepatan yang pesawatnya belum pernah dilihat sebelumnya. Selanjutnya, instruktur Anda akan menjelaskan cara mengikuti permainan istimewa ini. Siapkan diri Anda, kertas polos dua lembar, alat tulis (sebaiknya pensil), dan berkonsentrasilah. Dengarkan baik-baik instruksi dari Instruktur Anda.


Jumat, 08 Juli 2011

BERPIKIR PERUBAHAN

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, calon wirausaha diharapkan:
  • Memberikan pemahaman tentang pentingnya perubahan dan peranan mindset (pola pikir)
  • Menjabarkan perubahan mindset
  • Mengenalkan mindset entrepreneur
  • Mengenalkan teori kecerdasan finansial

Setiap hari, kita menyaksikan perubahan. Pohon-pohon berubah menjadi lebih besar, tetapi juga ada yang semakin kering dan mati. Sungai berubah dari hari ke hari, kadang banjir dan kadang meluap, lalu surut dan menjadi kering. Demikian pula diri kita. Kita bertambah umur dan selalu ada yang bary. Kita berubah secara perlahan-lahan.
Dalam dunia usaha, kita juga menyaksikan perubahan. Produk-produk baru selalu bermunculan menggantikan produk-produk lama, warung-warung dan restoran baru, tempat-tempat wisata, dan sebagainya selalu datang menggantikan yang lama.
Dulu, untuk memotret, kita harus menggunakan film rol yang dibeli terpisah dengan kamera. Sekarang, usaha yang dirintis oleh Kodak dan Fuji film tersebut mengalami kemunduran digantikan dengan kamera-kamera digital. Kini, kamera pun terancam oleh handphone yang juga dilengkapi dengan kamera. Hal serupa juga dialami oleh produsen mesin tik yang diganti dengan komputer, mesin faksimili yang diganti dengan internet, dan Nokia yang diganti dengan BlackBerry.
Perhatikanlah bagaimana nasib para pemilik restoran yang banyak menjamur di daerah Puncak dan Cipanas menyusul dibukannya jalan baru Jakarta-Bandung melalui jalan tol yang hanya ditempuh dalam tempo dua jam. Perhatikan juga pengusaha yang sudah menanam risiko pada produk-produk hobi seperti ikan Lohan dan pohon Gelombang Cinta.

Banyak entrepreneur yang tidak menyadari bahwa dunia ini penuh dengan perubahan dan mereka tidak boleh duduk-duduk enak melewati hidup dari keuntungan tanpa kewaspadaan. Perubahan bisa terjadi setiap saat, tetapi manusia selalu menyangkalnya dan tetap asyik dengan harapat-harapannya yang seakan-akan hidup dan nasibnya tidak pernah ada perubahan.
Manusia melihat perubahan, tetapi tidak mampu melihatnya. Punya mata, tetapi tidak melihat. Sama seperti orang-orang yang berharta, tetapi tidak berderma. Manusia selalu menyangkal realita-realita baru dan terbelenggu oleh realita-realita lama, rutinitas, dan enggan berpikir tentang hal-hal yang beru. Semua itu dibentuk oleh mindset kita.