Kamis, 27 Juni 2013

10 Orang Terkaya di Indonesia 2013 Versi Forbes


Terjadi peningkatan kekayaan beberapa pengusaha asal negeri ini, hal itu diketahui setelah Forbes merilis kembali daftar orang terkaya di Indonesia. Keluarga Hartono masih tidak tergoyahkan di posisi pertama dan kedua, bahkan keluarga ini masih berada dalam 150 besar orang terkaya di dunia, tepatnya pada peringkat ke-131 dan 138 di dunia.
Berikut ini kami sajikan daftar 10 orang terkaya di Indonesia :

1. R Budi Hartono


Nilai kekayaan: US$ 8,5 miliar (Rp 82,8 triliun)
Sumber: perbankan, rokok, industri teknologi
R. Budi bersama dengan saudaranya, Michael Hartono mendapatkan keuntungan sampai USD 1 miliar karena memegang saham besar di perusahaan telekomunikasi Sarana Menara Nusantara.
R Budi Hartono mendapatkan dirinya sebagai orang terkaya di Indonesia karena telah berinvestasi di Bank Central Asia (BCA) dengan total kekayaan $ 11 miliar. Duo Hartono ini juga menjalankan usaha pabrik rokok terbesar di Indonesia, kretek Djarum yang didirikan oleh orangtuanya pada 1950.

2. Michael Hartono


Nilai kekayaan : US$ 8,2 miliar (Rp 79,8 triliun)
Sumber : perbankan, rokok, industri teknologi
Michael Hartono adalah saudara sekaligus patner bisnis dari R Budi Hartono yang memegang kendali bank swasta terbesar di Indonesia, yakni BCA. Duet 2 orang terkaya di Indonesia ini mendapatkan keuntungan besar setelah menanamkan saham di industri teknologi informasi di Indonesia, dengan membeli perusahaan IT Sarana Menara Nusantara.

3. Sri Pakash Lohia


Nilai kekayaan : US$ 3,4 miliar (Rp 33,1 triliun)
Sumber: poliester
Sri Prakash Lohia mendapatkan kekayaannya dengan menjalankan bisnis resin polyethylene terephthalate (PET) di dunia dengan perusahaan Indorama Ventures.
Orang terkaya di Indonesia ini mengembangkan bisnisnya dengan membeli divisi bahan kimia perusahaan Amerika Serikat, Old World Industries Inc. Indorama Ventures juga mempunyai unit usaha di Nigeria yang memberikan kontribusi kekayaan yang besar bagi Lohia.

4. Chairul Tanjung


Nilai kekayaan : US$ 3,4 miliar (Rp 33,1 triliun)
Sumber: beragam
Chairul Tanjung mendapatkan sebagian besar kekayaan dari industri media melalui perusahaan besar, CT Corporation.
Dia juga menjalankan bisnis media dengan mempunyai Trans Corp, Trans TV, dan Detik.com. Dia masih mempunyai usaha ritel yaitu Carrefour Indonesia yang gedung swalayannya tersebar di Indonesia.

5. Sukanto Tanoto


Nilai kekayaan : US$ 2,8 miliar (Rp 27,3 triliun)
Sumber: beragam
Sukanto Tanoto mulai menjadi pebisnis unggul ketika dia berusia 17 tahun, dia mendapatkan pengalaman bisnis pertama dari keluarganya di bidang suku cadang perusahaan minyak dan gas.
Orang terkaya di Indonesia ini adalah anak tertua di keluarganya, dia akhirnya menjadi pemimpin usaha bisnis keluarganya.
Sukanto Tanoto adalah pemilik saham terbesar dari Royal Golden Eagle (RGE) yang menjalankan bisnis kelapa sawit melalui Asian Agri. Dia juga menjadi pemiliki pabrik pembuat kertas Asia Pacific Resources International Ltd, dan masih banyak lagi lainnya.

6. Peter Sondakh


Nilai kekayaan : US$ 2,5 miliar (Rp 24,3 triliun)
Sumber : investasi
Peter Sondakh mendapatkan harta kekayaannya melalui Rajawali Group. Di berbisnis di bidang hotel, pertambangan, perkebunan dan jasa transportasi. Dia melalui grup usahanya telah membeli saham Indo Mines senilai US$ 50 juta, Indo Mines adalah perusahaan yang menyuplai besi konsentrat ke Asia dan Australia.

7. Martua Sitorus


Nilai kekayaan : US$ 2 miliar (Rp 19,5 triliun)
Sumber: minyak sawit mentah (CPO)
Martua Sitorus adalah salah satu orang terkaya di Indonesia dan sosok kuat dibalik CEO Wilmar International yang merupakan perusahaan perkebunan dan pengolah minyak sawit mentah (CPO) terbesar di dunia, dan sekaligus produsen gula terbesar kedelapan di dunia.
Martua Sitorus dengan kelompok usahanya memperoleh sebagian besar keuntungan di China melalui perusahaan Jin Long Yu, atau lebih dikenal dengan Golden Fish Naga.

8. Tahir


Nilai kekayaan : US$ 2 miliar (Rp 19,5 triliun)
Sumber : beragam
Tahir mengawali kiprah bisnisnya di Bank Mayapada, di sana dia mendapatkan kekayaan awal yang besar untuk memulai usahan di bidang real estat.
Orang terkaya di Indonesia ini mempunyai beberapa bangunan besar di Jakarta, hotel mewah di daerah Bali dan Batam, dan sebuah menara pencakar langit di Singapura.

9. Low Tuck Kwong


Nilai kekayaan : US$ 1,7 miliar (Rp 16,6 triliun)
Sumber : Batu bara
Low Tuck Kwong tidak beruntung setahun ini karena kekayaan bersihnya definit hingga US$ 0,2 miliar karena harga batu bara jatuh yang mengalami penurunan, perusahaan Bayan Resources yang dipimpinnya pun mengalami kerugian.
Orang terkaya di Indonesia ini adalah orang kelahiran Singapura, Low awalnya bekerja untuk perusahaan konstruksi yang dimiliki ayahnya, dan kemudian pindah dan bermukim di Indonesia pada 1972.

10. Theodore Rachmart


Nilai kekayaan : US$ 1,7 miliar (Rp 16,6 triliun)
Sumber : batu bara
Theodore Rachmat adalah pemimpin dan pemilik usaha CPO, Triputra Agro Persada. Perusahaan besar ini berencana meningkatkan luas daerah operasi tambang sekitar 75 % dari yang dikelola sekarang pada tahun 2015.
Theodore juga pelaku bisnis di perusahaan batu bara Adaro Energy.

Selasa, 27 Maret 2012

Tahun 2012 : Unlam Meloloskan 104 Proposal PKM

Unlam – Tahun 2012 kreativitas mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat yang didanai oleh Dirjen DIKTI mengalami peningkatan yang signifikan. Sebanyak 104 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Lambung mangkurat (Unlam) berhasil lolos dan diterima untuk didanai Ditjen Pendidikan Tinggi.
Berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Dikti, Terbanyak pertama adalah Universitas Negeri semarang (Unnes) dengan 654 Proposal terbanyak kedua Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dengan 583. Terbanyak ketiga Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dengan meloloskan 476 proposal.ke-104 proposal itu terdiri atas kategori yang dibuka Dikti. “PKM Kewirausahaan (PKMK) 63 proposal, PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKMM) 6, PKM Penelitian (PKMP) 34, , dan PKM Karya Cipta sebanyak 1 proposal,” dapat dilihat di http://dikti.kemdiknas.go.id
Tahun 2012 terjadi peningkatan yang cukup signifikan yaitu 250%, tahun 2011 Unlam mendapatkan PKM sebanyak 41.
Selanjutnya, dengan hasil seleksi itu akan dilakukan kontrak kerja dengan para pembantu rektor bidang kemahasiswaan. Program akan dimulai Januari tahun ini dan akan dipantau pelaksanaannya pada Mei mendatang. Karena itu, dalam pengumuman tersebut Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Ditjen Dikti Suryo Hapsoro Tri Utomo meminta para pemimpin perguruan tinggi segera menugasi mahasiswa yang proposalnya lolos seleksi untuk melaksanakan kegiatan.
Dari 104 proposal PKM yang lolos, fakultas Ekonomi menyumbang proposal lolos sebanyak 5 proposal dengan rincian 3 proposal dari jurusan Manajemen dan 2 proposal dari jurusan Akuntansi. Bagi fakultas Ekonomi, hal merupakan suatu kebanggaan tersendiri karena baru pertama kali fakultas Ekonomi dapat meloloskan proposal PKM sampai 5 proposal yang diterima Dikti.
Selamat kepada seluruh mahasiswa yang proposalnya diterima, selamat berjuang dan berkreatifitas!!!

Rabu, 14 Desember 2011

ENTREPRENEUR'S DAY 2011

Himpunan Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat mengundang Rekan-Rekan Calon Entrepreneur untuk menghadiri acara Entrepreneur's Day 2011. Dalam acara ini diadakan sharing ilmu dan pengalaman dari para praktisi dan akademisi kewirausahaan dengan para peserta utamanya para mahasiswa.

Grand Tema kegiatan ini adalah: "Build Entrepreneur's Soul For The Brighter Future"

Waktu dan Tempat:
Hari / Tanggal : Sabtu / 17 Desember 2011
Pukul             : 09.00 s/d 14.45 Wita
Tempat          : Aula Lantai I Rektorat Unlam Banjarmasin

Jadwal Acara :
09.00 - 09.45 = Pembukaan
09.45 - 10.00 = Coffe Break
10.00 - 12.00 = Sesi I : Motivator (Ketua HIPMI Kota Banjarmasin dan Bank Mandiri)
12.00 - 12.45 = Game
12.45 - 14.30 = Sesi II : Inspirator "Telling Story" (Sistia Raisanty dan Pimpinan Zibeng Photograph)
14.30 - 14.45 = Penutup

Selasa, 08 November 2011

MEMULAI SEBUAH USAHA BARU

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, calon wirausaha diharapkan:
  • Menjelaskan tahap-tahap dalam memulai usaha baru
 

MANAJEMEN KEUANGAN DAN PEMBIAYAAN USAHA

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, calon wirausaha diharapkan:
  • Menjelaskan konsep dasar manajemen keuangan
  • Menjelaskan bagaimana pengelolaan keuangan dilakukan


PEMASARAN

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, calon wirausaha diharapkan:
  • Menjelaskan konsep pemasaran
  • Menjelaskan strategi dan taktik pemasaran
  • Menjelaskan konsep bauran pemasaran
 

MENCARI GAGASAN USAHA

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, calon wirausaha diharapkan:
  • Menjelaskan cara-cara mencari gagasan baru
  • Menjelaskan bidang-bidang usaha kelompok kreatif
  • Menjelaskan bidang usaha kelompok konsultatif
  • Menjelaskan bidang usaha kelompok pelayanan
  • Menjelaskan bidang usaha kelompok analitis
  • Menjelaskan ide usaha dari imitasi
 

FAKTOR "X"

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, calon wirausaha diharapkan:
  • Menjelaskan pengertian faktor "X"
  • Menemukan dan menggali faktor "X"
  • Menjelaskan sikap-sikap menghadapi faktor "X"
  • Menjelaskan tipe dan karakteristik faktor "X"

(Peter F. Drucker)
“Keberuntungan adalah pertemuan antara persiapan dengan kesempatan (peluang)”

Rabu, 12 Oktober 2011

ETIKA BISNIS

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, calon wirausaha diharapkan:
  • Menjelaskan peranan etika dalam bisnis
  • Menjelaskan "rahasia" sukses jangka panjang 
Ketika minat berwirausaha tumbuh subur di Indonesia, timbul anggapan bahwa kewirausahaan adalah alat yang paling tangguh untuk mengejar kekayaan. Kewirausahaan diartikan sebagai usaha mencari uang dan cara cepat menjadi kaya.
Sebagian orang memilih bekerja keras dan membangun usaha dengan keringat dan air mata. Namun, sebagian orang mengambil jalan pintas. Mereka yang mengambil jalan pintas ini menerima order dan mengambil uang, tapi tidak pernah menyerahkan hasil pekerjaan yang berkualitas. Mereka membuka usaha money games, pinjaman berantai, investasi palsu, atau segala sesuatu yang menggiurkan, tapi merugikan banyak orang. Mereka membuat armada penerbangan dengan tarif murah, tapi mengorbankan keselamatan penumpang. Mereka menjual saham dengan harga tinggi, tapi laporan keuangan tidak jujur.
Banyak mahasiswa tampil menggebu-gebu dengan semangat yang berlebihan dan rasa percaya diri yang tinggi bahwa mereka bisa mengubah isi dunia dalam tempo sekejap. Mereka berjanji dan mereka berbuat. Mereka membuat pengumuman lewat internet, SMS, atau facebook agar teman-temannya mengirim uang ke nomor rekening tertentu, lalu janji keuntungan ditebar, dan uang pun masuk. Untung besar diraih, tetapi bisnisnya tidak jelas dan cenderung spekulatif.
Apapun yang dilakukan, kewirausahaan tidak dapat dibangun dalam tempo sekejap. Jika Anda merasa telah berhasil dalam waktu singkat, periksa kembali apakah fondasi usaha Anda sudah cukup kuat? Periksa kembali apakah sukses yang Anda peroleh itu diraih dengan jujur dan halal, apakah bisnis Anda riil atau fiktif-spekulatif atau ada pihak yang dirugikan? Apakah Anda sudah memenuhi syarat dan kewajiban Anda?
Segala tindakan yang melawan hukum alam biasanya sarat dengan pelanggaran etika. Ketika proses dipotong, cara instan ditempuh, persoalan-persoalan etika layak dipertanyakan. Sudah etiskah usaha saya? Tentu saja setiap orang berhak untuk menjadi kaya. Yang patut dipertanyakan adalah: (1) Apakah benar ada cara instan yang halal untuk menjadi kaya? (2) Apa yang dilakukan orang agar dia menjadi kaya? (3) Apakah dengan kaya, otomatis Anda menjadi wirausaha? (4) Apakah Anda sudah pantas (sudah saatnya) hidup bergelimang harta?


KEPEMIMPINAN

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah  mempelajari bab ini, calon wirausaha diharapkan:
  • Menjelaskan pentingnya kepemimpinan bagi seorang wirausaha
  • Menjelaskan perbedaan manajer dan pemimpin
  • Menjelaskan teori kepemimpinan awal
  • Menjelaskan teori kepemimpinan kontemporer
Kepemimpinan, bagi seorang wirausaha, adalah modal yang sama pentingnya dengan kepercayaan dan kreativitas. Kreativitas yang tinggi membuat Anda inovatif dan adaptif, kaya dengan pembaharuan dan tidak mudah dihambat oleh kejadian-kejadian dari luar. Namun tanpa kepercayaan, kreativitas yang hebat tidak mempunyai nilai pasar, tidak dapat diterima di mana-mana. Kepemimpinan menggabungkan kreativitas dan kepercayaan menjadi sebuah usaha yang efektif, yang berpengaruh luas dan hidup.
Sebuah usaha yang dibangun tanpa kepemimpinan yang kuat hanya akan menjadi usaha kecil yang stagnant (tidak berkembang). Anda hanya mampu memimpin sedikit orang dari usaha kecil dan tidak ada pertumbuhan usaha. Tanpa kepemimpinan, tidak ada orang hebat yang bekerja pada Anda. Karyawan Anda tidak betah bekerja sama dengan Anda, dan pengetahuan atau pengalaman yang sudah Anda tanam, hilang bersama kepindahan mereka. Tanpa kepemimpinan, tidak ada visi besar yang dapat dibangun menjadi sebuah usaha besar. Hanya orang-orang yang tak bisa ke mana-mana yang bertahan bekerja pada Anda.
Sebaliknya, kepemimpinanlah yang akan membentuk usaha Anda menjadi besar dan banyak orang yang mau bekerja dengan Anda. Kepemimpinan dibentuk bertahap, sejalan dengan tumbuhnya usaha. Dari kombinasi pengetahuan, pengalaman, keterampilan, cara mengarahkan dan penerimaan.

Jumat, 29 Juli 2011

PENGAMBILAN RISIKO

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, calon wirausaha diharapkan:
  • Menjelaskan konsep risiko
  • Menjelaskan bagaimana pengambilan risiko dilakukan
  • Mengidentifikasi risiko-risiko yang potensial terjadi ketika memulai usaha
  • Menjelaskan pengelolaan risiko

Orang Indonesia, kalau sudah melihat potensi keuntungan, konon sulit membayangkan risikonya. Bahkan ada yang mengatakan bagi sebagian besar orang Indonesia, konsep risiko tidak begitu dikenal. Padalah dalam era "uang" dewasa ini, setiap orang perlu mengenal perilaku risiko dan meminimalkannya. Untuk melatih intuisi dan membentuk pengetahuan Anda, marilah kita mulai dengan permainan berikut ini.
Permainan ini dilakukan dengan tujuan memberikan ilustrasi dan pembelajaran mengapa seseorang mengambil risiko, bagaimana proses pengambilan risiko dilakukan, dan apa dampak yang diterima dari pengambilan risiko tersebut.

 

Rabu, 27 Juli 2011

BERORIENTASI PADA TINDAKAN

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, calon wirausaha diharapkan:
  • Menjelaskan karakter yang berorientasi pada tindakan sebagai salah satu karakter yang penting bagi wirausaha.
  • Menjelaskan sikap dan tindakan yang perlu dimiliki untuk dapat menjadi pribadi yang berorientasi pada tindakan.
Pendahuluan

Salah satu ciri seorang pengusaha adalah pikirannya yang lebih berorientasi pada tindakan (action) daripada sekedar bermimpi, berkata-kata, berpikir-pikir, atau berwacana. Seorang pengusaha selalu menghadapi risiko, ketidakpastian, dan keterbatasan dalam setiap masalah yang dihadapi. Kalau dia hanya berkata-kata dan tak bertindak, segala kesempatan yang ada berubah menjadi bencana (kerugian).
Selain itu, seorang pengusaha juga harus memiliki orientasi PDCA (plan, do, check, and action). Hal ini berarti dia tidak hanya sekedar merencanakan berbagai strategi dan taktik, tetapi juga melaksanakannya. Secara spesifik, seorang pengusaha harus menghindari NATO (no action talk only), NADO (no action dream only) dan NACO (no action concept only).
NATO hanya akan menghasilkan gosip, NADO hanya menghasilkan visi tanpa tindakan, dan NACO hanya menghasilkan teori dan falsafah. Umumnya, yang berpikiran NACO adalah akademisi yang berpikir menggunakan logika formal.
Seorang konseptor atau teoretikus, bekerja dengan data dan jarang sekali berada di lapangan. Sebaliknya, seorang wirausaha menghabiskan 90% dari waktunya di lapangan bersama-sama dengan karyawan, pemasok, dan pelanggan-pelanggannya.
Karena bekerja dengan data, maka supaya valid dan ilmiah, seorang konseptor harus terbiasa menguji data-datanya, membangun model, dan melakukan validasi. Masalahnya, kalau seorang konseptor tidak menguasai keadaan dan informasi di lapangan, dia bisa menjadi ragu akan keputusannya, sehingga cenderung mengulangi lagi siklus di atas, yaitu mengumpulkan data lagi. Akibatnya, dia bisa berputar-putar dan lebih berorientasi pada pikiran daripada tindakan.
Sebaliknya, seseorang yang berorientasi pada tindakan adalah orang yang memiliki tingkat efektivitas yang tinggi. Dalam hal ini, akan digunakan konsep seseorang yang efektif yang dikemukakan oleh Stephen Covey (2004).

BERPIKIR KREATIF

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, calon wirausaha diharapkan:
  • Mengenalkan kreativitas sebagai modal penting seorang wirausaha
  • Menjelaskan hambatan berpikir kreatif yang dapat menghambat progress sebuah usaha
  • Mengenalkan cara mengukur potensi kreatif
  • Mengenalkan cara meningkatkan kreativitas dan membebaskan diri dari belenggu
Game 1: Planet Venus

Petunjuk Untuk Mahasiswa:

Pada permainan ini, seluruh mahasiswa wajib berpartisipasi dan kelas akan dibagi ke dalam kelompok-kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 6-7 orang. Siapkanlah alat tulis dan dua lembar kertas polos ukuran folio atau A4.
Bergembiralah karena Saudara-Saudara semua telah terpilih untuk menjadi astronaut pertama yang akan menuju Planet Venus. Saudara adalah mahasiswa pilihan yang luar biasa. Maka, layaklah kita menerawang luar angkasa, melihat jagat raya, dan menyaksikan betapa agungnya ciptaan Tuhan.
Planet ini letaknya sangat jauh dan membutuhkan perjalanan kira-kira seminggu. Kita akan berangkat menggunakan pesawat ulang alik yang memiliki kecepatan yang pesawatnya belum pernah dilihat sebelumnya. Selanjutnya, instruktur Anda akan menjelaskan cara mengikuti permainan istimewa ini. Siapkan diri Anda, kertas polos dua lembar, alat tulis (sebaiknya pensil), dan berkonsentrasilah. Dengarkan baik-baik instruksi dari Instruktur Anda.


Jumat, 08 Juli 2011

BERPIKIR PERUBAHAN

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, calon wirausaha diharapkan:
  • Memberikan pemahaman tentang pentingnya perubahan dan peranan mindset (pola pikir)
  • Menjabarkan perubahan mindset
  • Mengenalkan mindset entrepreneur
  • Mengenalkan teori kecerdasan finansial

Setiap hari, kita menyaksikan perubahan. Pohon-pohon berubah menjadi lebih besar, tetapi juga ada yang semakin kering dan mati. Sungai berubah dari hari ke hari, kadang banjir dan kadang meluap, lalu surut dan menjadi kering. Demikian pula diri kita. Kita bertambah umur dan selalu ada yang bary. Kita berubah secara perlahan-lahan.
Dalam dunia usaha, kita juga menyaksikan perubahan. Produk-produk baru selalu bermunculan menggantikan produk-produk lama, warung-warung dan restoran baru, tempat-tempat wisata, dan sebagainya selalu datang menggantikan yang lama.
Dulu, untuk memotret, kita harus menggunakan film rol yang dibeli terpisah dengan kamera. Sekarang, usaha yang dirintis oleh Kodak dan Fuji film tersebut mengalami kemunduran digantikan dengan kamera-kamera digital. Kini, kamera pun terancam oleh handphone yang juga dilengkapi dengan kamera. Hal serupa juga dialami oleh produsen mesin tik yang diganti dengan komputer, mesin faksimili yang diganti dengan internet, dan Nokia yang diganti dengan BlackBerry.
Perhatikanlah bagaimana nasib para pemilik restoran yang banyak menjamur di daerah Puncak dan Cipanas menyusul dibukannya jalan baru Jakarta-Bandung melalui jalan tol yang hanya ditempuh dalam tempo dua jam. Perhatikan juga pengusaha yang sudah menanam risiko pada produk-produk hobi seperti ikan Lohan dan pohon Gelombang Cinta.

Banyak entrepreneur yang tidak menyadari bahwa dunia ini penuh dengan perubahan dan mereka tidak boleh duduk-duduk enak melewati hidup dari keuntungan tanpa kewaspadaan. Perubahan bisa terjadi setiap saat, tetapi manusia selalu menyangkalnya dan tetap asyik dengan harapat-harapannya yang seakan-akan hidup dan nasibnya tidak pernah ada perubahan.
Manusia melihat perubahan, tetapi tidak mampu melihatnya. Punya mata, tetapi tidak melihat. Sama seperti orang-orang yang berharta, tetapi tidak berderma. Manusia selalu menyangkal realita-realita baru dan terbelenggu oleh realita-realita lama, rutinitas, dan enggan berpikir tentang hal-hal yang beru. Semua itu dibentuk oleh mindset kita.



Selasa, 05 Juli 2011

MENJADI WIRAUSAHA

PENDAHULUAN

Pada tahun 1998, perekonomian Indonesia memasuki masa yang sangat sulit. Pergantian kekuasaan dari era orde baru ke era reformasi yang disertai dengan krisis multidimensi mengakibatkan pengangguran di mana-mana. Perekonomian yang saat itu terpusat pada usaha-usaha besar dan konglomerasi mengalami kesulitan besar. Konglomerat (pemilik konglomerasi itu) mengalami kesulitan keuangan. Daya beli masyarakat menurun. Perusahaan-perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Di lain pihakm ketidakpastian sosial politik begitu terasa. Semua orang merasa tidak pasti. Sistem pemerintahan berubah, acuan dan undang-undang berubah. Sikap masyarakat sangat agresif dan investor-investor asing dan dalam negeri pergi meninggalkan Indonesia.
Di tengah-tengah ketidakpastian itu, para sarjana kesulitan mencari pekerjaan. Sebagian besar tidak dapat ditampung. Mereka harus bersaing dengan orang-orang yang telah jauh berpengalaman dalam mencari kerja. Para sarjana itu pun menjadi pengangguran.
Siapakah yang dapat diandalkan bangsa ini untuk mengatasi semua itu?
BENAR! Itulah wirausaha.
Dalam bangunan perekonomian Indonesia saat itu, meskipun kontribusi ekonominya masih terbatas, ada jutaan orang yang menggeluti usaha mikro, kecil dan menengah. Merekalah andalan perekonomian Indonesia. Usaha-usaha itu belum memiliki karyawan dalam jumlah besar, dipimpin seorang atau beberapa orang wirausaha. Mereka mandiri, tahan banting, fleksibel dalam bergerak, efisien karena dikerjakan dengan seluruh anggota keluarga, tidak bergantung pada utang, dan berbasiskan sumber daya lokal.
Memang sebagian besar UMKM saat itu belum dikelola secara modern, tetapi mereka bebas dari krisis karena ciri-ciri seperti di atas. Sebagian besar dari mereka belum menerapkan manajemen modern (misalnya pemisahan harta dan pengaturan manajemen yang terpisah), belum membangun brand (merek), belum memiliki pencatatan keuangan yang tertata baik (accounting), belum memiliki pembagian kerja yang tertulis, belum ada SOP (Standard Operating Procedure), belum memakai knowledge management, dan seterusnya.
Namun, krisis ekonomi justru menyadarkan mereka akan pentingnya semua itu. Mereka bahkan mampu mengambil porsi yang lebih besar, merekrut karyawan lebih banyak, dan seterusnya. Ekonomi UMKM menjadi tumpuan dan pilihan penting bagi para sarjana untuk hidup sejahtera, lebih mandiri, dan menolong banyak orang dalam mengatasi pengangguran. Bukan dengan menjadi karyawan, melainkan menjadi pengusaha.

BUKAN SEKEDAR TUMPANGAN HIDUP

Sekalipun UMKM telah menjadi tumpuan hidup yang penting, kami ingin menegaskan bahwa tidak semua orang yang berusaha itu adalah entrepreneur. Kami ingin menegaskan bahwa entrepreneur adalah seorang yang berusaha dengan keberanian dan kegigihan sehingga usahanya mengalami pertumbuhan. Jadi, pertumbuhan adalah kata kuncinya.
Dengan demikian, ada jutaan orang yang memilih tidak bekerja pada orang lain dan membuka usaha sendiri, tetapi mereka belum layak disebut entrepreneur. Kalau mereka hanya sekedar membuka warung, berusaha seadanya, sekedar untuk hidup, maka mereka hanyalah pedagang biasa. Ciri-ciri mereka adalah usaha dan stagnant, tak ada perubahan dari waktu ke waktu, dan dikerjakan tanpa rencana kemajuan sama sekali.
Seorang entrepreneur adalah seorang yang "moving forward", maju terus ke depan. Usahanya tumbuh dari waktu ke waktu, dari satu kedai menjadi lima, sepuluh, seratus, lalu seribu. Dari warung kecil menjadi usaha besar. Dari lima karyawan menjadi puluhan, ratusan, atau mungkin saja ribuan karyawan. Tak peduli apakah dia seniman, wartawan, pekerja sosial, atau industriawan. Siapa saja yang melakukannya, dia bisa disebut entrepreneur asalkan bertumpu pada fondasi pertumbuhan.
Oleh karena itu, konsep entrepreneur dikenal luas, mulai dari business entrepreneur, creative entrepreneur, technopreneur, sampai social entrepreneur.